Definisi
Hyperemesis
gravidarum adalah muntah yang berlebihan yang terjadi sampai umur kehamilan 22
minggu. Muntah dapat begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan kembali.
Penyebabnya
belum diketahi dengan pasti. Beberapa teori penyebab:
1.
Peningakatan
estrogen
2.
Peningkatan
hormon Human chorionic Gonadotropin
(HCG).
3.
Disfungsi
psikis
Gambaran
klinis
Secara
klinis hyperemesis gravidarum dibedakan dibedakan atas 3 tingkatan,yaitu:
1.Tingkat
I
−
Muntah
terus menerus, timbul inteloransi terhadap makanan dan minuman, berat badan
menurun, nyeri epigastrium, muntah pertama keluar makanan, lender dan sedikit
empedu kemudian hanya lendir, cairan empedu
dan terakhir keluar darah.
−
Nadi
meningkat sampai 100x permenit dan tekanan darah sistol menurun.
−
Mata
cekung dan lidah kering, turgor kulit berkurang dan urin masih normal.
2.Tingkat
II
−
Gejala
lebih berat segala yang dimakan dan
diminum dimuntahkan, haus hebat.
−
Subfebril,
nadi cepat dan lebih 100-140x permenit, tekanan darah sistol kurang 80mmHg
−
Apatis,kulit
pucat,lidah kotor, kadang ikterus ada,aseton ada,bilirubin ada dan berat badan
cepat menurun.
3.Tingkat
III
−
Gangguan
kesadaran (delirium-koma), muntah berkurang atau berhenti, icterus, sianosis,
nistagmus, gangguan jantung, bilirubin ada dan proteinurin.
Diagnosis
1.amenore
yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan
dimuntahkan),pekerjaan sehari hari terganggu.
2.fungsi
vital : nadi meningkat 100 kali permenit , tekanan darah menurun pada keadaan
berat,subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma).
3.
pemeriksaan fisik: dehidrasi,keadaan berat,kulit pucat,ikterus, sianosis,berat
badan menurun, porsio lunak pada vaginal touche, uterus besar sesuai usia
gestasi.
4.laboratorium:
kenaikan relatif hemoglobin an hematocrit,shift to the left, benda keton dan
proteinuria.
Penatalaksanaan
1.
Diet
a.
Diet
hiperemesis I diberikan diberikan pada hyperemesis tingkat III. Makanan hanya berupa
roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2
jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin c karena
hanya diberikan selama beberapa hari.
b.
Diet
hyperemesis II diberikan bila rasa mual
dan muntah berkurang. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang
bernilai gizi tinggi.
Minuman tidak
diberikan bersama makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali
vitamin A dan D.
c.
Diet
hyperemesis III diberikan kepada penderita dengan hoperemesis ringan. Menurut
kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini
cukup dalam semua zat gizi keuali kalsium.
2.
Pada
keadaan berat:
·
Hentikan
makanan/minum per oral sementara (24-28 jam)
·
Obat
: vitamin B i.v : vitamin B1, B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hari/infus, dan
vitamin B12 200mcg/hr/infus.
sumber : BUKU SAKU DOKTER//play store.
www.idi-online.org
www.dib-online.org
artikel dan diskusi web www.imani-prokami.org
www.blogdokter.net












